Metode dan Poin Penting dalam Penentuan Total Nitrogen di Air Laut Menggunakan Analisator LH-TN360 dari Lianhua Technology
Time : 2026-06-25
Prinsip pengujian inti untuk nitrogen total (TN) dalam air laut menggunakan analisis LH-TN360 dari Lianhua Technology mengikuti metode digesti kalium persulfat alkalin yang ditetapkan dalam HJ 636-2012, dikombinasikan dengan spektrofotometri ultraviolet dua panjang gelombang. Dilusi, pencocokan matriks, dan koreksi asam klorida diterapkan untuk mengatasi gangguan akibat salinitas tinggi dan kadar klorida tinggi dalam air laut.

I. Prinsip Metode dan Parameter Instrumen
Prinsip
Sampel didigesti dengan kalium persulfat alkalin pada suhu 122 °C untuk mengubah semua zat yang mengandung nitrogen menjadi ion nitrat. Nilai absorbansi diukur pada panjang gelombang 220 nm dan 275 nm di bawah cahaya ultraviolet, dan kuantifikasi dilakukan menggunakan rumus: .
- Kisaran pengukuran: 0–80 mg/L (pengukuran tersegmentasi)
- Batas deteksi: 0,05 mg/L
- Standar yang dipatuhi: HJ 636-2012
- Sumber cahaya: Lampu deuterium impor
- Konfigurasi: Layar sentuh 7 inci, pembacaan konsentrasi langsung
II. Karakteristik Sampel Air Laut dan Penghilangan Gangguan
Air laut memiliki salinitas sekitar 35 dengan kandungan ion klorida sekitar 19 g/L. Ketika salinitas melebihi 20, tingkat pemulihan metode HJ 636 menurun dan terjadi sisa kalium persulfat.
Langkah-Langkah Penanganan Utama
- Pengenceran: Untuk salinitas di atas 20, encerkan sampel 2–5 kali menggunakan air laut buatan bebas amonia guna mencocokkan matriks, serta siapkan larutan blanko yang telah diencerkan secara bersamaan.
- Ion klorida: Sampel dengan < 2000 mg/L dapat diuji secara langsung; sampel berion klorida tinggi harus diencerkan terlebih dahulu sebelum pengukuran.
- Gangguan karbonat: Tambahkan 4 mL asam klorida 1,3% setelah proses digesti untuk menghilangkan gangguan karbonat.
- Masalah pengendapan: Jika terbentuk endapan putih (garam logam) setelah digesti, ambil fase supernatan untuk pengukuran spektrofotometri.
III. Prosedur Operasi (Versi yang Disesuaikan untuk Air Laut)
1. Persiapan
- Panaskan awal digester hingga 150 °C; nyalakan LH-TN360 dan biarkan pemanasan selama 10 menit.
- Saring sampel air laut melalui membran filter berukuran 0,45 μm. Encerkan sampel dengan kadar garam tinggi menggunakan air laut buatan bebas amonia dan catat faktor pengencerannya.
2. Digesti (Jalankan uji blanko dan uji sampel secara paralel)
- Pipet 5,00 mL air murni bebas amonia (untuk uji blanko) atau sampel air laut ke dalam tabung digesti.
- Tambahkan 1,0 mL reagen LH-TN-F11A dan satu tablet TN-K20, kencangkan tutupnya, lalu kocok secara menyeluruh untuk mencampur.
- Lakukan digesti pada suhu 150 °C selama 20 menit; dinginkan secara alami selama 2 menit setelah selesai, kemudian dinginkan lebih lanjut dalam air dingin selama 2 menit hingga mencapai suhu ruang.
- Tambahkan 2,0 mL reagen LH-TN-F11B, kocok dengan baik untuk analisis spektrofotometri berikutnya.
3. Pengukuran
- Bilas kuvet kuarsa 2–3 kali dengan larutan blanko, isi kuvet tersebut dengan larutan blanko, lalu tempatkan ke dalam dudukan kuvet.
- Pilih kurva kalibrasi nitrogen total yang telah tersimpan sebelumnya pada instrumen dan tekan tombol blanko untuk kalibrasi nol.
- Bilas kuvet dengan larutan sampel, ukur absorbansi setiap sampel, dan instrumen akan menampilkan langsung pembacaan konsentrasi.
- Kalikan pembacaan yang ditampilkan dengan faktor pengenceran untuk memperoleh konsentrasi nitrogen total pada sampel air laut asli.
IV. Masalah umum dan solusi
-
Nilai blanko yang tinggi
- Kotoran nitrogen dalam kalium persulfat: Purifikasi reagen tersebut.
- Asam klorida tidak murni: Gunakan asam klorida bergradasi reagen terjamin.
-
Pembentukan endapan
- Gangguan dari ion logam: Ukur absorbansi hanya menggunakan supernatan.
- Endapan yang tetap ada setelah penambahan asam klorida: Kurangi volume sampel atau encerkan lebih lanjut sampel tersebut.
V. Langkah-Langkah Keselamatan & Perawatan Instrumen
- Kalium persulfat merupakan agen pengoksidasi kuat; hindari kontak langsung dengan kulit. Kumpulkan dan olah limbah cair sesuai dengan peraturan yang berlaku.
- Bersihkan dan keringkan di udara kuvet kuarsa setelah digunakan untuk mencegah goresan. Lakukan kalibrasi instrumen secara rutin setiap bulan sekali.